كان dan saudara saudaranya
Dalam pembahasan mubtada' dan khobar kita telah mengetahui bahwa keduanya harus dibaca rofa'. tapi hukum mubtada dan khobar akan BERUBAH dikarenakan ada amil yang masuk kepada keduanya, amil ini biasa disebut dengan amil nawasikh (amil yang MERUBAH tatanan hukum mubtada & khobar), amil nawasikh di antaranya adalah
Kaana Wa Akhwatuha "كان و أخواتها",
Inna Wa Akhwatuha "إنّ وأخواتها",
Dhzonna Wa Akhwatuha "ظنّ وأخواتها"
______________________________________________
pada postingan kali ini kita akan belajar Kaana Wa Akhwatuha "كان و أخواتها" terlebih dahulu, berikut ini penjelasannya;
1. Pengertian Kaana Wa Akhwatuha "كان و أخواتها".
seperti yang sudah saya jelaskan di atas, kaana wa akhwatuha adalah salah satu kumpulan fi'il yang termasuk amil nawasikh, atau amil yang merusak tatanan hukum mubtada dan khobar. Berikut ini adalah Kaana dan saudara-saudaranya:
2. Fungsi kaana wa akhwatuha (كان و أخواتها)
Fungsi kaana adalah تَرْفَعُ الاِسْمَ وَتَنْصِبُ الْــخَبَر "merofa'kan isim (kaana) dan menasabkan khobar (kaana)". Perhatikan contoh berikut:
Sebelum kemasukan كَانَ
مُحَمَّدٌ كَرِيْمٌ
contoh di atas adalah susunan mubtada dan khobar,
mubtada: مُحَمَّدٌ
khobar: كَرِيْمٌ
Setelah kemasukan كَانَ
كَانَ مُحَمَّدٌ كَرِيْمًا
Setelah kemasukan كَانَ, maka ada perubahan istilah.
Mubtada "مُحَمَّدٌ" berubah menjadi isim kaana
khobarكريم menjadi khobar kaana.
kita kembali pada tugas kaana wa akhwatuha bahwa kaana dan saudaranya bertugas untuk merofa'kan isim (kaana) yaitu "مُحَمَّدٌ" tanda rofa'nya adalah dhommah, dan menashobkan khobar kaana yaitu "كَرِيْمًا" tanda nashobnya adalah fathah.
Contoh lain:
Sebelum kemasukan كَانَ
اللَّهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ
contoh di atas adalah susunan mubtada dan khobar
mubtada: اللَّهُ
khobar: غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ
Setelah kemasukan كَانَ
وَكَانَ اللَّهُ غَفُوْراً رَحِيْماً
Setelah kemasukan كَانَ, maka ada perubahan istilah. Mubtada berubah menjadi isim kaana, dan khobar menjadi khobar kaana. jika kita i'rob maka menjadi:
كَانَ فِعْلُ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الفَتْحَةِ وَهُوَ فِعْلُ نَاقِصٍ يَرْفَعُ الإسْمَ وَيَنْصِبُ الخَبَرَ
اللَّهُ لَفْظُ الجَلَالَةِ اِسْمُ كَانَ، مَرْفُوْعٌ بِهَا وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ ضَمَّةٌ ظَاهِرَةٌ فِيْ أخِرِهِ لِأنَهُ اسْمُ المُفْرَدِ
غَفُوْراً خَبَرُ كَانَ مَنْصُوْبٌ بِهَا وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ فَتْحَةٌ ظَاهِرَةٌ فِيْ أخِرِهِ لِأنَهُ اسْمُ المُفْرَدِ
رَحِيْماً خَبَرُ الثَانِي مَنْصُوْبٌ وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ فَتْحَةٌ ظَاهِرَةٌ فِي أخِرِهِ لِأنَّهُ اسْمُ المُفْرَدِ
Artinya:
"كَانَ" fi'il madhi mabni fathah, dan ia termasuk fi'il naqis yang merafa'kan isim kaana dan menasobkan khobarnya,
"اللَّهُ" lafadz Jalaalah, menjadi isim kaana, dibaca rofa' karena adanya kaana, tanda rofa'nya adalah dhommah yang nampak di akhirnya karena ia termasuk isim mufrod.
"غَفُوْراً" khobar kaana, dibaca nashob karena adanya kaana dan tanda nashobnya adalah fathah yang nampak di akhirnya karena ia termasuk isim mufrod,
"رَحِيْماً" khobar kaana yang kedua, dibaca nashob karena adanya kaana, tanda nashobnya fathah yang nampak di akhirnya karena ia termasuk isim mufrod.
3. Akhwatu Kaana dan Contohnya
Berikut ini adalah saudara-saudaranya kaana, yaitu fi'il yang merofa'kan isimnya dan menashobkan khobarnya:
أَصْبَحَ : (mengerjakan sesuatu) di waktu pagi
Contoh:
أصْبَحَ زَيْدٌ آكِلًا "Zaid makan di pagi hari"
أَضْحَى : (mengerjakan sesuatu) di waktu dhuha 'siang sebelum dhuhur'
Contoh:
أضْحَى زَيْدٌ ذَاهِبًا "Zaid pergi di waktu dhuha"
ظَلَّ زَيْدٌ صَوْمًا "Zaid berpuasa pada siang hari"
أَمْسَى : (mengerjakan sesuatu) di waktu sore
Contoh:
أَمْسَى زَيْدٌ آكِلًا "Zaid makan di sore hari"
بَاتَ : (mengerjakan sesuatu) di malam hari
atau bermakna menjelaskan bahwa hal yang diberitakan itu terjadi pada malam hari. Contoh:
بَاتَ زَيْدٌ نَوْمًا "Zaid tidur di malam hari"
صَارَ : berbubah / MENJADI
atau jg bermakna perpindahan dari suatu keadaan ke keadaan lain.
Contoh:
صَارَ زَيْدٌ عَالِمًا "Zaid berubah menjadi orang yang alim"
لَيْسَ : bukan atau tidak
Contoh:
لَيْسَ زَيْدٌ مُدَرِّسًا "Zaid bukan seorang guru"
ما زَالَ : senantiasa atau masih
Contoh:
مَازَال زَيْدٌ قَائِمًا "Zaid masih berdiri"
مَا بَرِحَ : senantiasa atau masih
Contoh:
مَابَرِحَ زَيْدٌ قَائِمًا "Zaid masih berdiri"
ما فًتِئَ : senantiasa atau masih
Contoh:
مَافًتِئَ زَيْدٌ قَائِمًا "Zaid masih berdiri"
مَا انْفَكَ : senantiasa atau masih
Contoh:
مَاانْفَكَ زَيْدٌ قَائِمًا "Zaid masih berdiri"
مَا دَامَ : senantiasa atau masih
Contoh:
مَادَامَ زَيْدٌ قَائِمًا "Zaid masih berdiri"
_____________________________________
BERIKUT INI RINGKASAN BAB KAANA DAN SAUDARANYA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar