Selasa, 31 Maret 2020

BAB MAF'UL LIAJLIHI

BAB MAF'UL LIAJLIHI
 
A.Pengertian Maf’ul Liajlih

Maf’ul liajlih ialah  ISIM MANSUB MENERANGKAN SEBAB TERJADINYA FIIL
Contoh:


جَلَسْتُ عَلَى الكُرْسِيِّ تَعْبًا

(Aku duduk di atas kursi karena lelah)


رَجَعْتُ إِلَى البَيْتِ شَوْقًا لِلْأسْرَةِ

(Aku pulang ke rumah karena kangen dengan keluarga)


أكَلْتُ الطَعَامَ جَوْعًا

(Aku memakan makanan karena lapar)


أذهَبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ رَغْبَةً فِيْ الْعِلْمِ

( Aku berangkat ke sekolah sebab  mencintai Ilmu)


ضَرَبْتُ الْوَلَدَ تَأْدِيْبًا لَهُ

( Aku memukul anak tersebut  karena bermaksud guna  mendidiknya)


Penjelasan :

kata 'mendidik', 'cinta', 'lelah', 'lapar', dan 'rindu' adalah menjadi Maf’ul Li Ajlih,  hukumnya Nashob dan tanda Nashob nya adalah Fathah.

Lafazh-lafazh yang biasa menjadi maf’ul liajlih:


إِكْرَامًا (sebab hormat) حيَاءً(karena malu)

حُزْنًا (karena sedih) رَحْمَةً (karena sayang)

خَوْفًا (karena takut) حَسَدًا (karena iri)

حُبًّا (karena cinta) بُغْضًا ( sebab  marah)

( sebab  mendidik) إِيْمَانًا (karena beriman)

شَفَقَةً (sebab kasihan) فَرْحًا (karena senang)

تَعْبًا (karena lelah) شُكْرًا (karena bersyukur)

غَضْبًا (karena marah) رَغْبَةً (karena cinta)


Penjelasan :
Sebenarnya hukum Maf’ul li Ajlih ialah  dibaca Nashob, tetapi dapat  di Jarr dengan huruf   Lam (ل) dan terkadang Maf’ul li Ajlih sama sekali tidak menduduki sebagai ma'ful li ajlih, namun  menjadi Jarr-Majrur dan mempunyai ta'aluq atau hubungan  dengan kata sebelumnya.

Contoh:


أَعْطَيْتُ الْفَقِيْرَ طَعَامًا لِشَفَقَتِهِ

(Aku memberi orang fakir tersebut  makanan sebab  kasihan kepadanya)


perhatikan kata 'لِشَفَقَتِهِ', kata tersebut sebenarnya berkedudukan sebagai ma'ful liajlih, tapi dalam kalimat tersebut kata 'لِشَفَقَتِهِ' dibaca jar karena ada huruf lam 'لِ', karena kata tersebut diawali dengan huruf lam (huruf jar) maka ia mempunyai hubungan dengan kata sebelumnya, perhatikan : 'saya memberi orang fakir tersebut makanan' ini adalah kalimat pertamanya,, karena kemasukan huruf jar pada kata 'لِشَفَقَتِهِ' maka jar majrur tersebut mempunyai hubungan, dan diterjemahkan dengan kata 'sebab kasihan kepadanya'.




Contoh I’ROB :


أكَلْتُ الرُزَّ  جَوْعًا

Saya makan nasi karena lapar


أكَلْتُ : “أكَلْ” فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى السُّكُوْنِ ،

وَ "التَّاءُ" ضمير مُتَّصِلٌ مَبْنِيٌّ عَلَى الضَمِّ فَاعِلٌ

الرُرَّ : مَفْعُوْلٌ بِهِ مَنْصُوْبٌ و عَلَامَةُ نَصْبِهِ فَتْحَةٌ

جَوْعًا: مَفْعُوْلٌ لِأجْلِهِ مَنْصُوْبٌ و عَلَامَةُ نَصْبِهِ فَتْحَةٌ


أكَلْتُ : 'telah makan' fiil madhi mabni sukun, adapun huruf “Ta” ialah  Dhomir Fa’il mabny atas Dhommah dibaca rofa.

الرُرَّ: maf'ul bih dibaca nashob, tanda nashobnya adalah fathah.

جَوْعًا: maf'ul liajlih dibaca nashob, tanda nashobnya adalah fathah.



B.Ketentuan-ketentuan Maf’ul Li ajlih :

Terdapat sejumlah  ketentuan Maf’ul Li Ajlih diantaranya :

1. Maf’ul Li ajlih mesti senantiasa memakai  Mashdar
Contoh :


إِكْرَامًا (sebab hormat) حيَاءً(karena malu)

حُزْنًا (karena sedih) رَحْمَةً (karena sayang)

خَوْفًا (karena takut) حَسَدًا (karena iri)

حُبًّا (karena cinta) بُغْضًا ( sebab  marah)

تَاْدِيْبًا ( sebab  mendidik) إِيْمَانًا (karena beriman)

شَفَقَةً (sebab kasihan) فَرْحًا (karena senang)

تَعْبًا (karena lelah) شُكْرًا (karena bersyukur)

غَضْبًا (karena marah) رَغْبَةً (karena cinta)



2. Maf’ul Li Ajlih me sti terdiri dari tindakan  yang bersangkutan   dengan hati dan dinamakan  أَفْعَالُ الْقَلْب

تَأْدِيْبًا , رَغْبَةً , إِيْمَانًا, حُبًّا, طَعَامًا


Penjelasan :
Lafazh-lafazh tersebut tindakan  yang sehubungan  dengan hati.

3. Untuk menggali  Maf’ul Li Ajlih dapat dipakai  kata tanya
( kenapa  ).

تَأْدِيْبًا , رَغْبَةً , إِيْمَانًا, حُبًّا, طَعَامًا


Penjelasan :

Lafazh-lafazh itu  adalah jawaban dari pertanyaan “ mengapa”, atau terdapat  hubungan sebab-akibat dari sebuah  perbuatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar