الكلمة Isim, Fiil dan huruf beserta Tanda tandanya
KAIDAH
الكلمة ثلاثة أقسام : اسم وفعل وحرف
الاسم : كل لفظ يسمى به انسان أوحيوان أو نبات أو جماد
الفعل : كل لفظ يدل على حصول عمل في زمن خاص
الحرف : كل لقظ لا يظهر معناه كاملا الا مع غيره
KATA :الكلمة ada 3
[1] Isim,
[2] fiil
[3] huruf
kata adalah lafaz yang mempunyai makna.
[1] Isim (اسْمٌ) adalah Kata yang menunjukkan manusia ,hewan ,tumbuhan ,benda mati dll.
[2] Fiil (فِعْلٌ) adalah Kata kerja.
[3] Huruf (حَرْفٌ) adalah Kata yang tidak mempunyai makna yang sempurna kecuali setelah bersambung dengan kata yang lain.
—————————————————————
Saya pernah dapat dari ustadz di mahad, definisi yang lebih sederhana dan lebih mudah untuk diingat.
1.Isim : kata benda
2. Fiil : kata kerja
3. Huruf : kata tidak memiliki ma'na yang sempurna kecuali bersambung dengan yang lainya
Tanda tanda Isim, Fiil dan huruf
Tanda-tanda Isim :
1. kasrah Misal: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ | Dan pada asalnya yang berharokat kasrah HANYA isim;
2. At-tanwiin (bertanwin) Misal: رَجُلٌ – كِتَابٌ – قَلَمٌ | HANYA isim yang bertanwin; fiil & huruf tidak bertanwin
3. Alif wa lam (ber- alif-lam -ال- ) |Fiil dan Huruf tidak ber alif-lam
4.Huruuful jarr (diawali huruf jar) | dan Huruf jarr hanya masuk pada isim yang selanjutnya menyebabkan isim tersebut majruur/ dikasroh.
Diantara huruf-huruf jar adalah:
مِنْ , إِلىَ , عَنْ , عَلىَ , فِى , رُبَّ , بِ , كَ , لِ
5. Huruf nidaa’ (terletak setelah huruf nidaa/panggilan) Misal: Yaa Faathimah يا فاطمة
Tanda-tanda Fiil:
1. Qod (terletak setelah qod قد )
Misal: {قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا} | “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya,” | Surat ke 58 ayat 1; Maka setelah Qod pasti fiil
2. Sin (diawali huruf sin)
Misal: {وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا } |”Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya;“| Surat An-Nisaa [4] ayat 56; Maka yang diawali huruf sin seperti kata sa-nadkhulu adalah fiil.
3. Saufa (terletak setelah kata saufa سَوْفَ)
Misalnya {إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَاراً} |“kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka.” | Surat An-Nisaa [4]: 56; Maka setelah kata saufa pasti fiil
4. Ta’ ta’niits sakiinah (menempel padanya ta’ yang menunjukkan bahwa pelakunya adalah muannats)
Misalnya: {وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا} | “Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu”| Surat Yusuf [12]: 24 ; Maka Hammath itu pasti fiil
5.Bersambung dengan ta’ fail.
Misalnya: هَلْ كَتَبْتَ الدَرْسَ؟ |Apakah kamu telah menulis pelajaran?| Katab-ta asalnya fiil kataba, namun masuk setelahnya ta’ faail. Maka Kataba adalah fiil. Isim dan huruf tak mungkin dimasuki oleh ta’ fail.
6. Diawali huruf Mudhoro’ah. Yaitu huruf huruf yang mengawali fiil mudhori. Huruf2nya adalah (أ, نَـ , يَــ, تَــ)
Misalnya: أَذْهَبُ إلَى المَعْهَد |Aku pergi ke ma’had|Maka Adzhabu adalah fiil karena ia diawali oleh salah satu huruf mudhoro-ah.
7.Bersambung dengan Nun Taukid yaitu nun yang menunjukkan penekanan (taukid).
Misalnya: {وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ} |”dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam“| Surat Ali Imron: 102; tamuutunna itu bersambung dengan nun taukid maka dia adalah fiil.
8. diawai “إذْ”. Yaitu huruf yang biasanya masuk pada fiil madhi.
Misalnya: {إِذْ رَأَى نَاراً} |”Ketika ia melihat api..”| Surat Thaha [20]:10; Maka ro-aa (رَأَى) adalah fiil karena ia di awali oleh huruf idz (إِذْ).
- Tanda- tanda huruf
Huruf, tidak memiliki tanda tanda khusus..
————————————————————
Semoga murojaah yang sedikiiiiiiit ini bermanfaat.
[1] Isim,
[2] fiil
[3] huruf
kata adalah lafaz yang mempunyai makna.
[1] Isim (اسْمٌ) adalah Kata yang menunjukkan manusia ,hewan ,tumbuhan ,benda mati dll.
[2] Fiil (فِعْلٌ) adalah Kata kerja.
[3] Huruf (حَرْفٌ) adalah Kata yang tidak mempunyai makna yang sempurna kecuali setelah bersambung dengan kata yang lain.
—————————————————————
Saya pernah dapat dari ustadz di mahad, definisi yang lebih sederhana dan lebih mudah untuk diingat.
1.Isim : kata benda
2. Fiil : kata kerja
3. Huruf : kata tidak memiliki ma'na yang sempurna kecuali bersambung dengan yang lainya
Tanda tanda Isim, Fiil dan huruf
Tanda-tanda Isim :
1. kasrah Misal: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ | Dan pada asalnya yang berharokat kasrah HANYA isim;
2. At-tanwiin (bertanwin) Misal: رَجُلٌ – كِتَابٌ – قَلَمٌ | HANYA isim yang bertanwin; fiil & huruf tidak bertanwin
3. Alif wa lam (ber- alif-lam -ال- ) |Fiil dan Huruf tidak ber alif-lam
4.Huruuful jarr (diawali huruf jar) | dan Huruf jarr hanya masuk pada isim yang selanjutnya menyebabkan isim tersebut majruur/ dikasroh.
Diantara huruf-huruf jar adalah:
مِنْ , إِلىَ , عَنْ , عَلىَ , فِى , رُبَّ , بِ , كَ , لِ
5. Huruf nidaa’ (terletak setelah huruf nidaa/panggilan) Misal: Yaa Faathimah يا فاطمة
Tanda-tanda Fiil:
1. Qod (terletak setelah qod قد )
Misal: {قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا} | “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya,” | Surat ke 58 ayat 1; Maka setelah Qod pasti fiil
2. Sin (diawali huruf sin)
Misal: {وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا } |”Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya;“| Surat An-Nisaa [4] ayat 56; Maka yang diawali huruf sin seperti kata sa-nadkhulu adalah fiil.
3. Saufa (terletak setelah kata saufa سَوْفَ)
Misalnya {إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَاراً} |“kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka.” | Surat An-Nisaa [4]: 56; Maka setelah kata saufa pasti fiil
4. Ta’ ta’niits sakiinah (menempel padanya ta’ yang menunjukkan bahwa pelakunya adalah muannats)
Misalnya: {وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا} | “Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu”| Surat Yusuf [12]: 24 ; Maka Hammath itu pasti fiil
5.Bersambung dengan ta’ fail.
Misalnya: هَلْ كَتَبْتَ الدَرْسَ؟ |Apakah kamu telah menulis pelajaran?| Katab-ta asalnya fiil kataba, namun masuk setelahnya ta’ faail. Maka Kataba adalah fiil. Isim dan huruf tak mungkin dimasuki oleh ta’ fail.
6. Diawali huruf Mudhoro’ah. Yaitu huruf huruf yang mengawali fiil mudhori. Huruf2nya adalah (أ, نَـ , يَــ, تَــ)
Misalnya: أَذْهَبُ إلَى المَعْهَد |Aku pergi ke ma’had|Maka Adzhabu adalah fiil karena ia diawali oleh salah satu huruf mudhoro-ah.
7.Bersambung dengan Nun Taukid yaitu nun yang menunjukkan penekanan (taukid).
Misalnya: {وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ} |”dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam“| Surat Ali Imron: 102; tamuutunna itu bersambung dengan nun taukid maka dia adalah fiil.
8. diawai “إذْ”. Yaitu huruf yang biasanya masuk pada fiil madhi.
Misalnya: {إِذْ رَأَى نَاراً} |”Ketika ia melihat api..”| Surat Thaha [20]:10; Maka ro-aa (رَأَى) adalah fiil karena ia di awali oleh huruf idz (إِذْ).
- Tanda- tanda huruf
Huruf, tidak memiliki tanda tanda khusus..
***
Tips, mencari mana fiil, isim dan huruf dalam sebuah jumlah bahasa arab yaitu menentukan Isim terlebuh dahulu karena tanda tanda isim itu PASTI muncul.————————————————————
Semoga murojaah yang sedikiiiiiiit ini bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar