1.DEFINISI FA'IL
Fail adalah isim yang harus rafa' terletak setelah fiil
قَامَ الرَّجُلُ = Lelaki itu sudah berdiri
تَرَافَعَ المُحَامِيَانِ = Dua pengacara itu sedang mengajukan permohonan
قَاتَلَ المُنَاضِلُوْن = Kelompok militan itu telah berperang
yang berwarna biru adalah failnya ( pelaku )
2. Ketentuan Fail
1. Jenis kalimah yang bisa dijadikan fail adalah sebagai berikut:
- Fail bisa dibuat dari isim mu'rab seperti pada contoh siatas dan
- Bisa juga fail dibuat dari isim yang mabni. Isim mabni adalah kalimah dari jenis isim dzahir, isim isyarah, isim maushul dll. Perhatikan contoh berikut ini!
جَلَسْتُ : التَّاء: ضَمِيْرٌ مَبْنِيٌ فِي مَحَلِ رَفْعٍ فَاعِلٌ = Aku telah menulis ; ta pada jalastu adalah isim dlamir
الرَّجُلُ حَضَرَ = Lelaki itu telah hadir; pada kalimah حَضَرَ terdapat kata ganti yang disiratkan yang disebut sebagai dlomir mustatir dengan memperkiarakan kalimah هُوَ yang kembali pada kalimah الرَّجُلُ.
نَجَحَ هَذَا الطَّالِبُ = Siswa ini telah berhasil. هَذَا adalah isim isyarah yang berposisi sebagai fai'l dari kalimah نَجَحَ
2. Ketika membuat jumlah fi'liyyah dan fa'il terdiri dari isim
tatsniyyah atau jamak, maka bentuk fi'il selamanya harus dalam bentuk
mufrod. Perhatikan contoh berikut!
حَضَرَ المُدَرِّسُ = Guru itu telah datangحَضَرَ المُدَرِّسَوْنُ = Guru-guru itu telah datangحَضَرَ المُدَرِّسَانِ = Dua orang guru itu telah datang
3. Apabila fa'il terdiri dari isim mufrad yang mu'annats atau jamak mu'annats salim atau jamak taksir, maka jika fi'ilnya fi'il madi maka harus menambahkan ta sukun pada akhirnya dan ta berharkat pada awal mudlari'. Perhatikan contoh berikut!
سَافَرَتْ / تُسَافِرُ فَاطِمَةُ = Fatimah bertamasya > isim mufradسَافَرَتْ / تُسَافِرُ الطَّالِبَاتُ = Para siswi itu bertamasya > Jamak mu'annats salimسَافَرَتْ / تُسَافِرُ الطُّلَّابُ = Siswa-siswi itu bertamasya > Jamak taksir
_________________________________________
DEMIKIAN RINGKASAN BAB FAIL SEMOGA BERMANFAAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar